Entrepreneurship #2

Nama : Alif Nur Rohman Hidayat Handoko Jati

Kelas : D

NIM : 20200530170

Ujian Kompetensi 2

Berikut profil mitra bisnis yang saya pilih

Nama Bisnis : Sekar Mangkoro

Pemilik : M Arif Rohman Muis & Andarti Pujiastuti

Bidang bisnis : Batik, Jumputan, Sibori, Eco-Print

Sejak : 2018

Milik : Keluarga, Perseorangan.

Modal : 15 juta

Omzet : Kurang Lebih 5 juta/bulan

Promosi : Online dan Offline

Spesialisasi : Batik, Jumputan, Sibori, Eco-Print  

Analisis SWOT bisnis milik mitra

Identifikasi Elemen SWOT

StrengthWeaknessOpportunityThreat
Pembatik utama sudah bersertifikatMasih Home Industri sehingga masih banyak keterbatasanPemerintah Terus menggenjot UMKMKompetitor berusia lebih tua, sehingga tingkat kepercayaan dan branding kurang kuat
Variasi warna lebih beraniWaktu untuk pembuatan lamaBatik menjadi kebudayaan dan kekayaan Indonesia“Batik di anggap kuno” anak muda kurang suka
Sudah Go OnlieStok terbatasYogyakarta salah satu kota batik 
Dapat mengadakan pelatihan onlineKonsistensi   

Analisis setiap Elemen SWOT

Analisis berdasar Strength

StrengthAnalisis
Pembatik utama sudah bersertifikat

Untuk meningkatkan kepercayaan, pembatik sudah memiliki sertifikat uji kompetensi.

Variasi warna lebih beraniWarna yang di variasikan oleh sekar mangkoro  cukup berani dan lebih bervariasi.
Sudah Go OnlieSudah memiliki website online shop sendiri maupun di onlineshop lain seperti shopee, Bukalapak, dan tokopedia 
Dapat mengadakan pelatihan onlineKarena sudah bersersitifikat sehingga sudah dapat mengadakan pelatihan atau kelas untuk mengajar.

Analisis berdasar Weakness

WeaknessAnalisis
Masih Home Industri sehingga masih banyak keterbatasanHome industri menyebabkan banyak keterbatasan seperti karyawan yang terbatas, tempat terbatas waktu, terbatas ijin terbatas.
Waktu untuk pembuatan lamaPembuatan Batik cukup memakan waktu lama, satu kain bisa 3 hari sampai seminggu.  
Konsistensikarena home industri memiliki keterbatasan tadi, sehingga karyawan terbatas, hal ini menyebabkan kekonsistensian pembatik agak kurang terjaga. 
Stok terbatasHal hal di atas membuat stok kain di batik sekarmangkoro menjadi terbatas.

Analisis berdasar Opportunity

OpportunityAnalisis
Pemerintah Terus menggenjot UMKMSekar Mangkoro termasuk UMKM sehingga masuk kedalam program pemerintah yang akan terus mensupport UMKM.
Batik menjadi kebudayaan dan kekayaan IndonesiaBatik merupakan kebudayaan dan kekayaan Indonesia sehingga tidak akan mati.
Yogyakarta salah satu kota batikTempat dimana Sekar Mangkoro ada adalah di Yogyakarta, sementara Yogyakarta merupakan salah kota batik.

Analisis berdasarkan Threat

ThreatAnalisis
Kompetitor berusia lebih tua, sehingga tingkat kepercayaan dan branding kurang kuatKompetitor yang bermain di batik sudah memiliki umur yang cukup lama, sehingga tingkat kepercayaan orang terhadap brand sekar mangkoro masih kurang. Brand lain juga memiliki koneksi yang banyak.
“Batik di anggap kuno” anak muda kurang sukaAdanya image batik kuno oleh anak anak muda menyebabkan batik masih kurang dapat diterima oleh masyarakat umum. Sehingga tingkat ke terpakainya kurang banyak. 
Adanya KW dari perusahan besar untuk batik Perusahaan besar sudah dapat meniru motif batik tapi menggunakan cara printing. Hal ini tentunya bukan batik, karena sudah melenceng dari corenya batik itu sendiri.

Saran untuk mitra Bisnis

  • Terus Meningkatkan produksi dengan menjaga konsistensi pembuatan dan menambah banyaknya stok.
  • Mulai melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan usaha usaha lain.
  • Memperkuat branding.
  • Memperkuat jaringan, sering mengikuti seminar seminar dan pelatihan.

0 Komentar